**SELAMAT DATANG DI WEBSITE YKPD GBKP ALPHA OMEGA KABANJAHE **

ANAK CACAT SIAPA YANG PERDULI ?

Anak cacat merupakan pergumulan dan beban bagi keluarga, masyarakat maupun pemerintah. Dalam keluarga menjadi beban psikologis, dan ditengah masyarakat merupakan persoalan sosial yang sulit diterima dan menunjukkan sikap yang kurang simpati. Kenapa mereka cacat ? Karena dosanya atau karena dosa orangtuanya. Yesus mengatakan bukan karena dosanya ataudosa orangtuanya, melainkan agar kuasa dan karya Allah menjadi nyata dalam kehidupan orang cacat. Lantas apa yang kita perbuat terhadap anak cacat ini ? Biarkan begitu saja ? Tidak. GBKP dalam segala kekurangannya merasa terpanggil untuk menghimpun dan melayani anak penyandang cacat, khususnya cacat mental dan bisu tuli. walaupun melalui pergumulan yang berat dan proses yang panjang. Menghargai kemanusiaan yang merupakan salah satu misi GBKP tidak sekedar statemen belaka tetapi tindakan nyata perwujutan kasih sesama manusia.

Begitulah GBKP pada tanggal 21 Juli 1988 mendirikan yayasan Kesejahteraan Penyandang Cacat Alpha Omega,Dalam perjalanan kehidupannya, yayasan ini telahmelalui banyak rintangan, tidak hanya dari luar bahkan juga dari dalam. Namun berkat kasih Tuhan, pelayanan terhadap anak cacat ini dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun.Sesuai dengan visi Alpa Omega yaitu mensejahterakan hidup penyandang cacat, Alpha Omega melayani orang –orang yang menderita tanpa membedakan agama, suku, bangsa demi kesejahteraan jasmani dan rohaninya. Untuk mewujudkan visi tersebut Alpha Omega telah membuat program panti asuhan dan pendidikan.

Melalui panti asuhan ini anak-anak penyandang cacat diasuh, dimandirikan, diawasi dan direhabilitasi dengan kegiatan-kegiatan menerapkan pola hidup teratur, memaksimalkan kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemberian makanan bergizi, kebersihan dan keindahan lingkungan serta memaksimalkan perkembangan anak sehingga dapat hidup mandiri dan sejahtera. Di dalam panti ini anak-anak diajarkan dan dibimbing lima hidup mandiri yaitu mandiri makan dan minum, mandi, tidur, berpakaian dan mandiri lingkungan. Anak anak dengan keterbelakangan mental membutuhkan kesabaran dan kepiawaian tersendiri untuk membimbingnya .Terhadap anak-anak kadang-kadang sebel juga rasanya, namun mengingat kami bekerja karena dan untuk mereka maka perasaan seperti itu cepat-cepat kami singkirkan. Terlebih lagi sebelum bekerja kami dibekali dengan Firman Tuhan melalui renungan pagi.

 

Melalui sekolah luar biasa ini anak-anak penyandang cacat dididik dan dilatih hidup mandiri dan terampil dengan program pendidikan berbasis life skill (keterampilanhidup)... Pemberian materi lebih banyak dilakukan dengan bermain namun fasilitas alat peraga ini masih sangat kurang. Melalui pendidikan ini anak anakdiajari : Membatik, Jahit/Bordir, Tenun, Pertukangan, serta Bertani dan Beternak. Aktifitas kegiatan sekolah sama sepertisekolah pada umumnya. Sebelum belajar/bermain dimulai, mereka mengikuti senam kesegaran jasmani.

Untuk meningkatkan kesehatan anak telah diupayakan pemeriksaan kesehatan rutin, dan apabila ada anak yang perlu diopname langsung dibawa ke rumah sakit. Di asrama ada tenaga fisiotherapy dan perawat beserta ruangan dan peralatannya namun masih sangat terbatas. Sekarang ini anak-anak penyandang cacat tidak lagi dibawa ke pusat terapy bagi yang membutuhkan terapy tapi ditangani di asrama dengan peralatan dan tenaga yang ada.

Dalam mengarahkan dan membimbing anak cacat menuju hidup mandiri dan terampil yayasan ini telah membuka workshop sebagai tempat pelatihan dalam bidang petukangan, bordir, jahit/sulam, tenun dan pembatikan. Hasil dari keterampilan tersebut dijual di showroom Alpha Omega. Pada showroom ini dipamerkan produk kerajinan yang dibuat oleh anak-anak cacat. Showroom, KUBA (Kelompok Usaha Bersama) kantin dan guest house terus dikembangkan dengan harapan semuanya bisa menjadi sarana pembelajaran/latihan sekaligus sebagai penunjang dana Alpha Omega.Diharapkan melalui ketrampilan ini kesan negative terhadap anak yang seolaholah hanya membebani keluarga dan masyarakat perlahan-lahan bisa dikurangi.

Masyarakat Kabupaten Karo yang hidup dari hasil pertanian, maka keterampilan anak-anak juga diarahkan kebidang pertanian dan peternakan. Penyandang cacat yang sudah dewasa dilatih hidup mandiri di tempat pelatihan sebelum kembali ke masyarakat.

Vocational centre ini terletak di Desa Lingga luasnya 7,5 Ha, digunakan untuk lokasi pertanian dan peternakan. Pada tempat iniditanam jeruk dan kopi, juga dipeliharalembu danbabi. Salah satu program saat ini adalah mengembangkan lokasi ini menjadi tempat wisata agro.

Pada lokasi ini diterapkan pertanian terpadu dengan pengolahan pakan ternak, pupuk organik dan tanaman hortikultura. Kotoran lembu yang selama ini hanya digunakan sebagai pupuk jeruk, sekarang sebelum digunakan sebagai pupuk, terlebih dahulu diolah menjadi biogas untuk kebutuhan penerangan (lampu) dan kompor gas untuk memasak. Walaupun belum mencukupi kebutuhan tapi telah mampu mengurangi biaya operasional. Beberapa tamu telah datang untuk studi banding ke tempat ini mempelajari pembuatan biogas tersebut.

Lokasi ini kedepan akan dijadikan sebagai tempat pelatihan, pertemuan-pertemuandan retreat keluarga mengingat lokasinya yang sejuk dan nyaman serta tidak jauh dari Kabanjahe. Di dalam lokasi ini tersediarumah mandiri,gedung serbaguna,gedung penunjang dan sarana lainnya.

Alpha Omega senantiasa terus ditingkatkan SDMnya melalui pendidikan dan latihan, orientasi, kursus, seminar, studi banding, konsultasi, ceramah dan diskusi panel Semua kegiatan ini dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pengasuhan, pendidikan demikian jugakeahlian beternak dan bertani. Peningkatan SDM merupakan proses yang panjang dan berkelanjutan oleh sebab itu masih sangat diharapkan kesempatan-kesempatan lain untuk peningkatan SDM tersebut.

Untuk meningkatkan ras kebersamaan, guru dan pengasuh melakukan ritrit. Melalui ritrit ini diingatkan kembali bahwa Tuhan lah yang telah mengutus kami untuk melayani orang cacat seperti ini.Dengan demikian kami tidak bersungut-sungut karena pekerjaan ini merupakan pelayanan kami kepada Tuhan sehingga tidak terjadi kebosanan namun akan tertanam kembali tekad baru dan semangat baru untuk melayani setiap hari.

Sosialisasi kepada jemaat dan masyarakat dilakukan berkesinambungan melalui kehadiran tamu, keikutsertaan dalam porseni penyandang cacat, Ulang Tahun, Natal dan Paskah. Melalui penjemaatan ini ada kesadaran keluarga untuk mengantarkan anaknya yang cacat mental tinggal di asrama yang selama ini mungkin terisolir dirumah. Demikian juga melaluipenjemaatan ini kunjungan jemaat ke alpha omega semakin meningkat.

Untuk memenuhi kebutuhan anak dilakukan dengan meningkatkan jaringan kerjasama dengan berbagai pihak baik pemerintah, swasta , lembaga sosial, gereja dan masyarakat termasuk mitra kerja GBKP diluar negeri.Alpha Omega dari sudut usia memang sudah dewasa, namun inilah kami anak-anakndu yang masih makan bubur, masih membutuhkan perhatian. Walaupun ada usaha produktif dalam memberdayakan anak namun masih sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak.

Alpa Omega merupakan laboratorium iman. Siapa yang ingin menguji imannya datanglah ke Alpha Omega . Apabila bapak ingin menyatakan kasih yang tidak mengharapkan imbalan datanglah ke Alpha Omega Karena kami tidak akan mampu membalas kebaikan bapak dan ibu ,

Tuhan berkata Apa yang kamu lakukan terhadap saudaraku yang kecil ini itulah perbuatanmu kepadaku...

Bagaimana jawaban kita ?