**SELAMAT DATANG DI WEBSITE YKPD GBKP ALPHA OMEGA KABANJAHE **

Alpha Omega Kedepan

RESPONS TERHADAP RENCANA ALLAH BAGI ALPHA OMEGA KEDEPAN                 

 Setiap kita yang hidup di dunia ini, tidak luput dari rencana Allah yang indah. Allah mengatakan bahwa semua yang Ia jadikan adalah sungguh  baik (Kejadian 1). Dan dari semuanya yang dijadikan oleh Dia, termasuk anak cacat adalah kejadian untuk kemuliaan bagiNya. Anak cacat merupaken pergumulan dalam keluarga, masyarakat maupun  pemerintah. Kenapa mereka  cacat ?. Karena dosanya atau karena dosa orangtuanya.

Menjawab pertanyaan di atas, kita teringat akan sebuah kisah Yesus yang diperhadapkan pada pertanyaan yang sama ketika Ia dan murid-muridNya bertemu dengan orang buta. Dalam Yohannes 9, pertanyaan yang disampaikan oleh murid-murid Yesus dikaitkan dengan dosa, yaitu apakah dosa orang tua atau dosa sipenderita itu sendiri. Akan tetapi, jawaban Yesus sama sekali tidak mengkaitkan ketidaksempurnaan orang buta tersebut dengan dosa, melainkan mengkaitkanya dengan pekerjaan-pekerjaan Allah. Dengan demikian, hal ini mengindikasikan bahwa Yesus tidak mengajar kita agar sibuk mencari tahu apa sumber penyebab seorang mengalami kecacatan, tetapi Ia mengajar kita agar melakukan apa yang seharusnya dilakukan bagi mereka, yaitu “pekerjaan-pekerjaan Allah”. Inilah sikap yang diajarkan Yesus bagi para muridNya. Dengan demikian, tidak cukup dengan simpati dan empeti, tetapi harus juga didukung oleh perbuatan/tindakan nyata.

GBKP dalam kekurangannya merasa terpanggil untuk menghimpun anak cacat ini walaupun merupakan pergumulan yang berat dan proses yang panjang. Menghargai kemanusiaan yang merupakan  satu misi gereja  tidak sekedar statemen belaka tetapi menjadi perwujudan kasih sesama manusia. Diakonia adalah salah satu bentuk pelayanan nyata dalam menampakkan Kasih Allah kepada dunia ini. Kasih Allah ini harus disalurkan oleh gereja kepada seluruh ciptaanNya terlebih kepada manusia umumnya dan khususnya kepada anggota jemaat yang mengalami penderitaan hidup baik fisik, mental maupun keadaan sosial dan spiritualnya, yang bertujuan untuk meringankan/membebaskan yang bersangkutan dari penderitaannya tersebut, sehingga pada gilirannya nanti dapat menjadi pelayan yang berkualitas.

Bagi GBKP kehadiran YKPC Alpha Omega merupakan salah satu kerja nyata dalam merespon pengajaran Yesus tentang melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah bagi penyandang cacat  khususnya penyandang tuna grahita. Melalui yayasan ini, GBKP tentu telah banyak menolong masyarakat dan jemaat pada umumnya dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus seperti penyandang tuna grahita.

Umat Kristen yang telah mengenal Yesus Kristus telah diberikan perintah untuk mengasihi sesama manusia, seperti yang tertulis dalam hukum yang terutama “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Mat. 22:39). Sesama manusia yang dimaksud dalam Nats ini adalah semua manusia dari berbagai latar belakang, termasuk juga anak-anak berkebutuhan khusus di YKPC GBKP Alpha Omega. Kita mengasihi mereka karena Yesus telah terlebih dahulu mengasihi kita dengan mengorbankan diriNya di kayu salib. Jadi mengasihi mereka itu sudah menjadi kewajiban kita.

1 Yoh 4:8, “Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” Nats ini dengan jelas menerangkan bahwa orang yang mengenal Yesus, harus mengasihi seluruh umat manusia. Yesus adalah sumber kasih dalam melakukan pelayananNya selalu membantu orang-orang yang didiskriminasikan oleh masyarakat yang dianggap sebagai orang yang tidak berguna lagi di masyarakat.

Dalam 1 Yoh. 3 : 18 tertulis, “ Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran”. Kristus telah melayani kita, oleh sebab itu kita juga dipanggil untuk melayani. Tiap orang Kristen  tanpa kecuali adalah pelayan Tuhan. Anak-anak seperti ini akan selalu kita jumpai dan mereka berada di antara kita. Bagaimana kita melihat keberadaan mereka? Apakah mereka kita rasakan sebagai gangguan yang mengotori pemandangan, atau dapatkah kita bersama-sama dengan mereka, menganggap mereka sama seperti kita sebagaimana Yesus menyamakan diri dengan mereka.  Matius 25:40 “... Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukan untuk Aku” . Ini adalah bentuk rasa solidaritas kita kepada sesama kita rasa solidaritas yang kita lakukan kepada anak-anak Tuhan ini adalah ketetapan hati yang mantap dan tekun untuk membaktikan diri kita pada kesejahteraan umum, yaitu pada kebaikan semua orang. Intinya, kita harus sampai pada taraf bertindak dengan hati agar dapat sampai pada solidaritas “ aku kap kam, kam kap aku” Nats ini telah jelas memotivasi kita untuk bisa mengasihi dengan membina anak-anak yang berkebutuhan khusus agar mereka bisa merasakan hidup mereka berguna bagi masyarakat. Melakukan tindakan yang telah tertulis dalan nats-nats Alkitab diatas merupakan bentuk solidaritas umat manusia dengan umat manusia yang lainnya khususnya  anak-anak berkebutuhan khusus.

Begitulah Moderamen GBKP pada  tanggal 21 Juli 1988  mendirikan  Yayasan Kesejahteraan Penyandang Cacat (YKPC) GBKP Alpha Omega yang sekarang telah memasuki usia 25 tahun. Ada kemajuan yang signifikans dari tahun ke tahun seperti apa yang kita lihat sekarang ini. Berkat doa kita bersama, apa yang dikhawatirkan sebagian para pendahulu tidaklah pernah terjadi bahkan Tuhan memberikan lebih.

Sesuai dengan perkembangannya,  rencana kedepan lokasi Alpha Omega yang terletak di jalan Kiras Bangun No. 1 Kabanjahe (Asrama dan Sekolah)  dipindahkan ke Lokasi Pelatihan Pertanian dan Peternakan di Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat, sehingga semua kegiatan akan terintegarasi pada lokasi yang sama (asrama, pendidikan dan pelatihan)

Adapun alasan dipindahkannya lokasi ini karena lokasi yang ada sekarang  luasnya hanya sekitar 1 Ha, kurang  memungkinkan  untuk perluasan sementara di lokasi baru yang jaraknya hanya 5 km dari Kota Kabanjahe memiliki luas yang cukup  (7,5 Ha) dan masih memungkinkan untuk perluasan/pengembangan. Lokasi yang sekarang  berada di pusat kota sudah tidak nyaman lagi sementara lokasi yang ada di Desa Lingga cukup tenang, aman dan  nyaman.

Sehubungan dengan potensi Kabupaten Karo sebagai daerah pertanian dan pariwisata maka Alpha Omega kedepan direncanakan sebagai lokasi agrowisata  Pada lokasi ini diterapkan pertanian terpadu selaras alam dengan pengolahan pakan ternak, pupuk organik dan tanaman hortikultura. Lokasi ini juga diperuntukkan untuk tempat retreat seharian dan juga boleh menginap dengan fasilitas yang memadai. Secara keseluruhan lokasi pengembangan Alpha Omega dapat dilihat pada Site Plan pada Lampiran I. Selain program penanganan anak berbasis panti yang terintegrasi di Desa Lingga, juga dikembangkan rehabilitasi bersumber daya masyarakat (Community based Rehabilitation) hal ini juga dilakukan karena masih banyak anak cacat mental yang tinggal bersama keluarga, mungkin karena merasa malu diketahui orang bahwa anaknya cacat. Melalui sistem ini anak-anak direhabilitasi di rumah sendiri/keluarga sendiri dan YKPC Alpha Omega  mempersiapkan tenaga penyuluh lapangan. Sistem ini dikembangken karena sudah ada analisa mengenai kebutuhan anak, dana, keterlibatan masyarakat dan  pemerintah setempat. Dari sisi kebutuhan anak, secara psychologis anak tidak merasa tersisih dari keluarganya dan keluarga pun langsung terlibat dalam penanganan anak. Pada waktu-waktu tertentu dibuat pertemuan  sesama orangtua beserta anak-anak cacat untuk berbagi pengalaman (sharing) sekaligus evaluasi perkembangan anak. Menurut hemat kami sistem ini lebih effektif, efisien serta ekonomis  dibandingkan dengan  sistem berbasis panti. Walaupun Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat  ini dilakukan, Rehabilitasi berbasis pantipun tetap dikembangkan.

Tahap Demi Tahap Pembangunan Asrama Juma dapat Terselesaikkan Peletakkan Batu Pertama Asrama Juma Lingga

 

(klik pada gambar untuk melihat lebih besar)