**SELAMAT DATANG DI WEBSITE YKPD GBKP ALPHA OMEGA KABANJAHE **

Jumlah Anak dan Kecacatannya

Alpha Omega yang berdiri tanggal 21 Juli 1988, kini telah berusia 25 tahun. Dari tahun ke tahun jumlah anak yang diasuh berfluktuasi. Yayasan ini  tidak  membedakan agama, suku, dan  status sosial  semua  ditampung disini ada yang dari Kabupaten Karo, Deli Serdang, Medan, Langkat, Binjai, Dairi dan Simalungun.Jumlah Anak Alpha Omega (2005- 2013) dapat dilihat pada Tabel I berikut :

Tabel I.  Jumlah Anak yang Diasuh di Alpha Omega, 2005-2019

 

Tahun

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

       

2005

43

44

87

2006

42

42

84

2007

39

46

85

2008

36

47

83

2009

36

45

81

2010

36

45

81

2011

36

47

83

2012

41

43

84

2013

41

44

85

2014

40

45

85

2015

42

46

88

2016

43

45

88

2017

44

45

89

2018

42

46

88

 2019  47  48  95

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembagian penyandang tunagrahita umumnya mempergunakan dasar tingkatan intelegensia (IQ) dengan pembagian : IQ 50–70 disebut dengan debil, IQ 25–49 disebut imbisil, IQ 24 kebawah disebut idiot. Berdasarkan tipe–tipe clinis atau kelainan–kelainan bentuk phisik ada disebut cretine (kerdil), micro cephalus (kepala kecil), macro cephalus (kepala besar), mongoloid (bentuk tubuh yang khas, jari – jari pendek, wajah mirip dengan Mongolia), dan cereberal palsy (CP)

Tabel 2.  Data anak berdasarkan kemampuan IQ Tahun 2013

No.

Keterangan

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

1

Mampu Didik  (IQ : 50-70)

5

4

9

2

Mampu Latih(IQ : 25-49)

34

37

71

3

Mampu Rawat(IQ < 24

2

3

5

 

JUMLAH

41

44

85

Oleh karena ada hambatan dalam perkembangan mentalnya, kemungkinan sangat berpengaruh pada perkembangan yang lainnya. Meskipun demikian, ada ciri khas masing-masing anak. Ada anak yang memang mengalami gangguan penglihatan tetapi bukan secara total sehingga tidak memerlukan tuntunan penuh. Ada yang mengalami gangguan pada pendengaran yang sebagian berpengaruh menjadi hambatan dalam berbicara meskipun tidak semua berlaku pada anak. Oleh karena itu berkomunikasi dengan mereka menggunakan bahasa isyarat ( misalnya : Feberina, Kartika, Sada Arih, Joel, Dll). Kategori hambatan dalam perkembangan mental, hampir keseluruhan anak mengalaminya. Akan tetapi masing-masing berbeda tingkatannya sebab ada yang pada tahap ringan (disebut mampu didik), menengah (disebut mampu latih) dan dibawah (mampu rawat). Beberapa diantara anak-anak ini juga ada yang mengalami gangguan pada pergerakan, sulit untuk berdiri, berjalan atau duduk sehingga terkadang membutuhkan bantuan (misalnya : Maria, Untung). Akan tetapi kemampuan mereka dapat ditingkatkan dengan terapi, dll. Demikian juga halnya dengan anak-anak yang tidak dapat mengendalikan emosi, terkadang menyiksa diri dengan memukulkan kepalanya ke dinding dan sulit untuk bergabung/ berhubungan dengan teman (misalnya :Dopa). Hal ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu perlu perhatian dan perlakuan yang lembut agar tidak membangkitkan emosinya.

Tabel 3.  Data Anak Berdasarkan Jenis Kecacatan Tahun 2013

No.

Jenis Kecacatan

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

1

Tuna Rungu

2

3

5

2

Tuna Ganda

1

-

1

3

Tuna Grahita

35

41

76

4

Autis

3

-

3

 

JUMLAH

41

44

85