**SELAMAT DATANG DI WEBSITE YKPD GBKP ALPHA OMEGA KABANJAHE **

Sekolah Luar Biasa (SLB)

Melalui sekolah luar biasa ini anak-anak penyandang cacat dididik dan dilatih hidup mandiri dan terampil. Sesuai dengan hasil pendataan di Kabupaten Karo, karena banyak anak-anak mengalami cacat mental, bisu dan tuli maka yayasan ini membuka sekolah luar biasa untuk tuna rungu dan tuna grahita dengan program pendidikan berbasis life skill (keterampilan  hidup). Yayasan ini  membuka SLB – B untuk tuna rungu  (bisu tuli) dan  SLB – C untuk tuna grahita (cacat mental). Adapun klassifikasi pendidikan SLB dibagi dalam tiga kelompok yaitu mampu didik, mampu latih dan mampu rawat. Jenjang pendidikan di SLB YKPC GBKP Alpha Omega berproses dalam tingkatan pendidikan : Kelas Persiapan : P1, P2, yaitu  Kelas Dasar : D1,2, D3,4, lanjutannya Kelas Karya (SMPLB). Kelas karya/ekstrakurikuler disebut kelas vokasional, dibagi dalam beberapa ketrampilan yaitu : membatik, jahit/bordir, tenun, pertukangan, home industri ( berada di lokasi  asrama ) serta bertani dan beternak di tempat pelatihan di Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat. Program pendidikan di SLB ini mengikuti kurikulum Diknas dengan tenaga pendidik/guru: 6 orang guru DPK, 7 orang  guru yayasan. Dari 7 orang guru yayasan ini 4 orang diantaranya sebagai guru bantu dari pemerintah. Aktifitas kegiatan sekolah sama seperti  sekolah pada umumnya. Sebelum belajar/bermain dimulai, mereka mengikuti senam kesegaran jasmani. Sebagian besar anak tinggal di asrama dan beberapa anak diantar jemput orangtuanya ke sekolah. Sekolah Luar Biasa dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang dibantu oleh beberapa orang guru. 

Disekolah, anak juga dibagi berdasarkan kemampunanya. Pembagian ini dilakukan dengan maksud untuk mengoptimalkan kemampuan-kemampuan yang mereka miliki. Pembagian tersebut adalah kelas mampu didik (sekitar 8 orang), dimana mereka diajar baca dan tulis, kelas mampu rawat (sekitar 6 orang), dan selebihnya kelas mampu latih. Sebelum memasuki kelas-kelas tersebut, anak-anak yang baru, dimasukkan ke dalam kelas persiapan agar guru dapat mengindentifikasi kemampuannya dan memasukkannya kedalam kelas yang tepat.

Berdasarkan penjelasan diatas maka tidak mengherankan apabila sebahagian besar dari anak-anak tidak mampu membaca bacaan yang sangat sederhana dan menghitung angka-angka sederhana. Untuk melatih anak-anak yang mampu didikpun diperlukan frekuensi pengajaran (stimulasi) yang sangat sering agar mereka tidak lupa. Dengan demikian, Alpha Omega pun mengalihkan ketidakmampuan anak-anak ke bentuk pengetahuan yang lain, seperti kegiatan olahraga, membatik, membuat keset kaki, membuat tas, membuat pengepel, dan lain sebagainya. Meski tidak sebagus yang dibuat oleh orang normal, hasil anak-anak disini patut dapat apresiasi. Hasil karya anak-anak tersebut juga dijual dan keuntungannya dipergunakan untuk membantu biaya operasional.

Selain membuat keterampilan, anak-anak juga dilatih kemampuan musiknya dengan bermain angklung. Meski dalam format yang sangat sederhana, lagu-lagu yang mereka mainkan juga layak mendapat pujian, tidak jarang grup angklung ini pun ditampilkan di gereja-gereja dalam rangka penjemaatan ataupun diundang ke acara-acara jemaat.

 

Halaman SLB

Ruang Kelas Persiapan A


Anak-Anak beserta guru dan pengasuh


Kegiatan Belajar-mengajar / Bermain